Dipetik dari laman kerabubersuara.blogspot.com -


Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim menghadiri acara Silaturahmi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9). Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia menetapkan batas waktu Selasa (16/9) mendatang untuk merebut tongkat kursi pemerintahan dari PM Abdullah Ahmad Badawi.
Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, SABTU — Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, tetap pada target awalnya untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Anwar menetapkan batas 16 September sebagai batas akhir baginya untuk “mengistirahatkan” Badawi.
“Saya tetap pada target saya, 16 September menjadi waktu untuk mengistirahatkan Badawi. Untuk itu, saya rileks sebentar sehari lompat ke Jakarta, berdiskusi dan bertemu dengan sahabat-sahabat saya di Indonesia,” kata Anwar mengawali pidatonya dalam silaturahmi dengan ICMI di Menara Bank Mega, Jakarta, Sabtu (6/9).
Pemilu sela yang memenangi dirinya dengan 70 persen perolehan suara, menurut Anwar, menjadi cerminan semangat rakyat Malaysia yang menginginkan perubahan. Namun, pemilu itu menjadi pemilu terburuk dalam kacamata Anwar.
“Karena yang terlibat dalam kampanye, mulai dari Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri, dan seluruh pemerintahan berkampanye menjelekkan saya. Untuk mempertahankan kekuasaannya, mereka memanfaatkan isu hubungan antaretnis di Malaysia. Tapi hanya untuk mempertahankan kekuasaannya, bukan untuk benar-benar menyejahterakan rakyat. Isu itu hanya didengungkan untuk mempertahankan elite yang berkuasa. Bukan berkampanye dengan mendengungkan isu jaminan keselamatan rakyat,” ujar politisi Partai Keadilan Rakyat ini.
Selain memaparkan tentang manuver-manuver yang digunakan lawan politik untuk menjatuhkan dirinya, Anwar juga menyinggung kondisi perekonomian Indonesia. Menurut dia, Indonesia harus menyadari tidak bisa menyingkirkan diri dari perkembangan ekonomi global. “Wacana yang berkembang di Indonesia terlalu ekstrem. Terima IMF dan Bank Dunia atau tolak sama sekali. Saya tidak sependapat dengan pandangan itu. Indonesia menurut saya agak ekstrem. Saya tidak percaya dalam situasi global begini kita bisa berjalan sendiri,” katanya.
Menurut Anwar, salah satu solusi yang bisa menyelamatkan perekonomian suatu negara adalah dengan memberantas korupsi di segala lini. “Korupsi ini bisa menjatuhkan kekuatan ekonomi,” ujar Anwar. (ING)
Anwar: Media Malaysia Jadikan Saya Orang Paling Menjijikkan
Sabtu, 6 September 2008 | 17:33 WIB
JAKARTA, SABTU – Anwar Ibrahim mengaku tak gentar menghadapi kemungkinan adanya isu baru yang akan digulirkan pemerintahan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, menjelang batas waktu yang ditetapkannya untuk menggulingkan Badawi.
Beberapa waktu lalu, mantan Deputi PM Malaysia itu diserang isu melakukan sodomi terhadap bawahannya. Media Malaysia yang bekerja dibawah kendali pemerintah berkuasa, menurut Anwar selalu memberitakan hal-hal yang menyudutkan dirinya.
Bagi Anwar, media internasional termasuk Indonesia justru lebih banyak memberikan dukungan kepadanya. “Media internasional banyak membantu dalam keadaan media Malaysia yang menyudutkan saya. Menjadikan saya orang paling jijik di dunia, dengan skandal seks, agen AS, alat China dan lain-lain. Tapi media internasional banyak membantu saya,” kata Anwar di Jakarta, Sabtu (6/9).
Meski demikian, Anwar mengaku akan tetap menghormati pers Malaysia seandainya ia berhasil merebut kursi perdana menteri dari genggaman Badawi. “Saya sebaik mungkin akan menghormati pers yang bebas,” tegasnya.
Mengenai kemungkinan adanya isu lain yang akan beredar, Anwar mengatakan tak akan terpengaruh dan akan tetap meneruskan agenda reformasi yang disiapkannya. “Saya takut kalau saya salah. Karena ini rencana jahat, orang yang memfitnah harus tanggung jawab. Tapi kita jangan meremehkan wisdom rakyat. Isu yang kemarin itu (sodomi) diberitakan berhari-hari di media dan TV Malaysia tapi masyarakat menolak secara luas,” kata Anwar.
ANWAR BARKATA
JAKARTA, SABTU — Pemimpin oposisi Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, berkunjung ke Jakarta, Sabtu (6/9). Salah satu agendanya adalah bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI)
.
Silaturahmi berlangsung di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan. Hadir tokoh-tokoh ICMI, di antaranya Muslimin Nasution, Marwah Daud Ibrahim (Presidium ICMI se-Indonesia), Fahmi Idris (Dewan Penasihat ICMI), AM Fatwa, dan Adi Sasono (Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI).
.
Dalam pidatonya, Anwar berjanji akan menggulingkan pemerintahan PM Abdullah Ahmad Badawi sebelum 16 September. Dia juga berjanji akan menghapus hukuman cambuk bagi tenaga kerja Indonesia bila dirinya menjadi perdana menteri.(DS/ING) – Kompas.com
.
Anwar Ibrahim and ICMI leaders to discuss RI’s future
Malaysia’s opposition leader Anwar Ibrahim and select members of the Association of Indonesian Muslim Intellectuals (ICMI) gathered together on Saturday to exchange views on democracy, leadership and Indonesia’s upcoming election.
.
“Ethics are often neglected when trying to achieve an aim or to attain an (political) appointment,” ICMI president Muslimin Nasution said at the meeting, as quoted by Kompas.com.
.
According to Muslimin, the discussion session with Anwar is expected to aid the country in improving its reform and managing democracy, particularly in choosing the right leadership in the 2009 election.
.
The former deputy prime minister recently won back his old parliament seat, which his wife, Wan Azizah Wan Ismail, held during his political exile, in a by-election. She stood aside last month to allow him to contest, after a ban on him holding public office expired. – Jakarta Post
Difailkan dalam: KeADILan, Media, Pakatan Pembangkang, Politik





KEPADA SEMUA AHLI PAKATAN RAKYAT DIHARAPKAN JANGAN LEKA DAN TERLALU BERGEMBIRA. BERWASPADALAH DENGAN JERAT MUSUH2YANG AKAN MEMBENAM JIKA KITA ALPA. JIKA KITA NIAT UNTUK MEMBELA NASIB RAKYAT INSYAALLAH TUHAN AKAN SENANTIASA BERSAMA KITA. TAKBIR!
Yang penting, jangan lupa diri dengan kemenangan yang sementara.
Kalau sudah menjadi suratan, inilah yang ditunggu-tunggu, biarlah mereka bertolak kemana pun, kalau sudah tidak suka, pasti aku memberontak kelak, biarkan mereka memberi percutian percuma ini yang penting perjuangan rakyat jangan dilupai….
Rakan2
Jangan Lupa layari blog saya di http://khairilazuar.wordpress.com
bagi komen setiap artikel yang saya tulis. …ada artikel baru
Itulah bahananya kalau sudah tidak suka, berbagai cara akan dilakukan untuk menjatuhkan sesiapa yang tidak disukai. Kita sendiri tidak tau orang suka atau tidak pada diri sendiri. Keegoan dan kebongkaan biasanya akan memakan diri. wallahhualam.